Tampilkan postingan dengan label Investment Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investment Management. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Stock Exchange


Bursa efek atau bursa saham (stock exchange) adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek atau saham perusahaan serta obligasi pemerintah. Bursa efek tersebut, bersama-sama dengan pasar uang merupakan sumber utama permodalan eksternal bagi perusahaan dan pemerintah. Biasanya terdapat suatu lokasi pusat, setidaknya untuk catatan, namun perdagangan kini semakin sedikit dikaitkan dengan tempat seperti itu, karena bursa saham modern kini adalah jaringan elektronik, yang memberikan keuntungan dari segi kecepatan dan biaya transaksi. Perdagangan dalam bursa hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota, sang pialang saham. Permintaan dan penawaran dalam pasar-pasar saham didukung faktor-faktor yang, seperti halnya dalam setiap pasar bebas, memengaruhi harga saham (lihat penilaian saham).

Sebuah bursa saham sering kali menjadi komponen terpenting dari sebuah pasar saham. Tidak ada keharusan untuk menerbitkan saham melalui bursa saham itu sendiri dan saham juga tidak mesti diperdagangkan di bursa tersebut: hal semacam ini dinamakan "off exchange". Penawaran pertama dari saham kepada investor dinamakan pasar perdana atau pasar primer dan perdagangan selanjutnya disebut pasar kedua (sekunder).

Syarat listing 
Perusahaan harus memenuhi syarat sebuah bursa saham agar saham mereka dapat dilist dan diperdagangkan di sana. Contohnya, agar dapat dicatat dalam NYSE (Bursa Saham New York), sebuah perusahaan mesti telah menerbitkan setidaknya 1 juta saham seharga US$100 juta dan mesti telah mendapatkan lebih dari US$10 juta dalam tiga tahun terakhir.

Bursa efek utama:


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_saham

Kamis, 21 April 2011

Teori Random Walk di Pasar Saham

Investor memiliki banyak pilihan strategi di pasar saham. Salah satunya, investor bisa membeli saham dan mengempitnya dalam jangka panjang. Adalah teori random walk yang mengajarkan strategi ini. Menurut teori ini, investor akan lebih untung jika ia berinvestasi di saham tertentu untuk jangka panjang. Dengan begitu, investor terhindar dari risiko fluktuasi harga jangka pendek yang tak terduga. Teori random walk atau disebut juga random walk hypothesis muncul tahun 1973. Saat itu, Burton G.Malkiel, dosen ekonomi Universitas Princeton, menulis buku bertajuk A Random Walk Down Wall Street. Random walk adalah teori pasar saham yang mengatakan bahwa harga saham di masa lampau serta arah harga saham atau pasar secara keseluruhan tidak bisa dipakai sebagai alat untuk meramal pergerakan harga saham di masa mendatang. Sebab, harga saham bergerak secara acak (random) dan tak bisa diprediksi. Peluangnya untuk naik sama dengan peluangnya untuk turun. Tapi, jangka panjang, harga saham akan cenderung meningkat.
Pengikut teori ini percaya bahwa investor tak mungkin menebak arah harga dengan tepat. Karenanya, analisis fundamental maupun teknikal sebenarnya tak ada gunanya. Karenanya, Malkiel bilang bahwa membeli saham dan menyimpannya dalam jangka panjang adalah strategi paling tepat untuk investor individu. Jangan mencoba mengalahkan pasar. Ia kemudian menunjukkan bahwa sebagian besar reksadana di Amerika gagal mengalahkan acuan indeks S and P. Kini, masih banyak investor yang mengikuti strategi Malkiel. Tapi, investor lain bilang bahwa kondisi pasar saham saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan saat Malkiel menulis buku sekitar 30 tahun lalu. Saat ini, investor memiliki banyak akses terhadap berita pasar dan harga saham. Karenanya, investor memiliki semakin banyak alat untuk melakukan prediksi. Terserah, Anda percaya dengan pendapat yang mana. Tapi, jika Anda pengikut Malkiel, barangkali, saat ini adalah saat tepat untuk beli saham. Mumpung harganya murah.

Sabtu, 16 April 2011

Analisa Teknikal

Mari kita mulai dengan asumsi yang mendasari analisa teknikal. Dalam hal ini kita akan mengambil sebuah pendekatan ekstrim supaya Anda dapat memahami bagaimana sebuah analisa teknikal dipakai dalam memperoleh gain pada trading. Tentu saja dalam prakteknya tidaklah demikian. Anda dapat memadukan kedua analisa (fundamental dan teknikal) guna memperoleh sistem trading yang terbaik bagi Anda.
Para chartist (pihak yang melakukan analisa teknikal), percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan.
Senjata utama para analis teknikal adalah grafik (chart – itulah mengapa mereka disebut chartist). Melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Ada 4 analisis saham :
1. Trend
2. Volume transaksi
3. Level-level psikologis (support dan resistance)
4. Periode waktu yang terjadi.
Memang tujuan para chartist adalah memprediksikan ke empat hal ini. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah tiap-tiap hari. Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan sentral disini.
Apakah analisa teknikal memiliki kelemahan?? Tentu saja. Seperti dikatakan barusan, tidak ada yang sempurna. Mari kita sarikan kelemahan kedua analisa ini dalam bentuk tabel:
• Kelemahan pada Analisa Fundamental
a. Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
b. Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
c. Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.
d. Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.
• Kelemahan pada Analisa Teknikal
a. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
b. Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain
Analisa teknikal merupakan sebuah metode yang paling dasar dalam investasi di dunia stock market. Prinsipnya, analisa teknikal adalah kombinasi antara studi harga (pembukaan, harga tertinggi/terendah, dan penutupan) dengan menggunakan grafik-grafik/charts yang terbentuk sebagai peta utama untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.
Analisa teknikal yang di gunakan saat ini mencakup prinsip-prinsip seperti tren harga, harga melakukan diskon pada semua informasi yang diketahui, konfirmasi dan penyimpangan (divergence), volume mencerminkan perubahan harga, dan dukungan tahanan (support/resistance).
Analisa teknikal pertama kali di temukan oleh Charles Dow, dan sumbangan Charles Dow dalam analisa teknikal yang digunakan saat ini tidak dapat diabaikan.
Perhatiannya pada dasar-dasar gerakan harga menciptakan metode yang betul-betul baru dalam menganalisa pasar

Indikator-indikator populer dalam TA
Moving Average.
Moving average (pergerakan harga rata-rata) merupakan salah satu indikator dalam TA yang paling populer dan sederhana, karena sangat mudah mengimplementasikannya dalam sebuah analisa. Moving average adalah pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dalam sebuah durasi waktu.
Ada banyak variasi aplikasi metode rata-rata bergerak yang digunakan dalam analisa teknikal. Antara lain Simple Moving Average, Weigthed Moving Average, Exponential Moving Average. Penggunaan ketiga alat indikator tersebut sama saja. Hanya tingkat sensitifitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut yang berbeda.

Beberapa aturan-aturan umum yang harus diperhatikan dalam analisa yang menggunakan indikator moving average adalah :
• MA > Data Aktual berarti signal bearish, harga akan turun
• MA <> MA Panjang berarti signal bullish, harga akan naik
• MA Pendek < color="red">Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah formulasi teknikal analis yang pertama kali dikembangkan oleh Gerald Appel. Bagi banyak pemain pasar, MACD juga dikatakan sebagai salah satu alat analisa yang paling sederhana dan cukup handal digunakan dalam mengambil keputusan selama perdagangan di lantai bursa.
Dibandingkan dengan Moving Average (MA), perbedaannya adalah, dalam analisa MA dapat kita analisa sebagai indikator kenaikan ataupun penurunan harga secara langsung, sementara pada analisa yang menggunakan indikator MACD, output yang di hasilkan oleh MA tidaklah langsung dapat di analisa, namun terlebih dahulu, diolah sebelum dijadikan sebuah indikator momentum yang akan mengindikasikan perubahan trend harga.

Relative Strength Index (RSI)
Indikator Relative Strength Index (RSI) ini menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan penurunan harga, yang di terjemahkan kedalam indikator yang mempunyai selang penilaian antara 0-100. Beberapa informasi yang dapat kita peroleh dari analisa dengan menggunakan RSI adalah :
• Konfirmasi kejadian overbought / oversold
• Konfirmasi kejadian positif atau negative divergence
• Konfirmasi dominasi gerakan, yaitu apakah dominan kenaikan atau dominan penurunan

Stochastic Oscillator
Stochastic Oscillator adalah sebuah alat analisa yang dikembangkan pertamakali oleh George C. Lane pada akhir 1950-an. Alat analisa ini adalah salah satu momentum oscillator yang menunjukkan posisi close pada saat ini (current) terhadap posisi close beberapa waktu lalu. Closing level yang konsisten berada pada kondisi puncak (peak) mengindikasikan terjadinya accumulation (buying pressure), sedangkan sebaliknya closing level yang konsisten berada pada bottom, mengindikasikan terjadinya distribution (selling pressure).
Beberapa informasi yang di hasilkan dari analisa stochastic oscillator ini adalah :
Informasi Overbought/oversold
• Indikasi perubahan momentum apabila terjadi crossing
• Divergence positif dan divergence negative

Bolinger Band
Bolinger Band merupakan salah satu indikator yang dapat membantu para analisis dalam membandingkan volatility dan harga relatif dalam satu periode waktu pada TA. Bolinger band terdiri dari 3 garis utama. Garis teratas di namakan upper band, garis tengah di namakan middle band dan yang paling bawah disebut lower band. Middle band sendiri merupakan hasil pergerakan dari simple moving average. dan upper dan lower band adalah 2 kali standar deviasi dari middle band. Sinyal yang di hasilkan dari analisa ini antara lain adalah:
• Double bottom buy; adalah apabila sebuah harga ketika harga menembus batas bawah (lower band) dan tetap berada diluar batas bawah pada periode berikutnya.
• Double top sell; adalah apabila sebuah harga ketikamenembus batas atas (upper band) dan tetap berada di luar batas atas pada periode berikutnya.
Pada saat terjadi penyempitan band perhatikan harga breakout setelah keluar dari masa konsolidasi biasanya akan terjadi lonjakan harga yang signifikan. Untuk mengetahui pergerakan pasar, traders perlu melakukan analisa teknikal terlebih dahulu untuk menentukan posisi buy, sell dan juga untuk menentukan titik entry prices serta exit points. Untuk melakukan analisa itu para trader menggunakan bantuan software analisa teknikal seperti Metastock ataupun Amibroker yang populer dipergunakan dalam menganalisa pergerakan harga saham.

Sumber : www.investorsaham.com

Struktur Dunia Investasi

Secara sederhana, investasi dilihat dari wilayah atau obyek investasinya dibagi menjadi dua yaitu sektor riil dan sektor finansial. Kedua sektor ini telah lama digeluti meski tentu saja sektor riil pada awalnya merupakan cikal bakal dari dunia investasi. Nah bagaimana bagan investasi yang terjadi secara keseluruhan? (lihat Gambar).
Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam lebih terbiasa dengan investasi sektor riil seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter menimpa negara kita, para investor mulai mencari jenis investasi dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor finansial mulai booming. Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sektor finansial.
Ambillah contoh bila kita membeli sebuah rumah untuk investasi. Kelebihannya nilainya biasanya tidak pernah menurun dan selalu meningkat. Namun dilain sisi, setelah beberapa tahun, Anda hendak mencairkan investasi Anda, maka Anda harus mencari seseorang yang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang nilainya mungkin sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah, disinilah masalah likuiditas terjadi.
Lain halnya dengan sektor finansial. Investasi pada sektor ini memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini. Lalu dimana posisi para Traders? Dia ada di dalam golongan Pasar Uang & Bursa Komoditi Berjangka. Para traders merupakan type investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.
Perlu dipahami konsep high risk-high return disini. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh disini. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh disini, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul dan sebaliknya.
Jika Anda tergolong sebagai safe investor yang tidak menyukai resiko atau ‘guncangan-guncangan’ dalam portfolio investasi Anda, maka nampaknya jenis trading style bukan jenis investasi yang cocok bagi Anda. Hal ini disebabkan karena trading style merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga.
Secara logika, trading dapat saja membawa Anda memperoleh keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu periode namun juga dapat membawa Anda kehilangan jumlah yang sama. Jika Anda seorang risk taker, maka trading adalah jenis investasi yang cocok dengan Anda, dalam arti untuk memperoleh keuntungan besar, maka ia pun siap menanggung potensi kerugian yang sama besarnya.

Lalu adakah cara meminimalisasi potensi kerugian yang ada?. Tentu saja ada! Risk management dan kemampuan analisa Anda adalah kuncinya disini. Semakin baik Anda dalam menjalankan risk management dan menganalisa pergerakan harga pasar, maka semakin kecil potensi loss yang dapat terjadi. Semuanya berbanding lurus.

Sumber : www.investorsaham.com

Company Visit Analysis

Investor yang ingin membeli saham perusahaan atau seluruh perusahaan maka investor harus menghitung nilai wajar saham atau seluruha perusahaan. Ada tiga metode yang dipergunakan untuk menghitung nilaia wajar tersebut yaitu:
1. Pendekatan penilaian Relatif (Relative Valuation)
2. Pendekatan diskonto ( Discounted Valuation)
3. Pendekatan penilaian tuntutan seluruhnya (Contingent Claim Valuation)
Selain itu, investor juga memperhatikan nilai terminal perusahaan bila melakukan peramalan jangka panjang. Nilai terminal ini bisa dianggap sebagai nilai sisa (Salvage Value) dikarenakan ketidakmampuan menilai/meramal jangka panjang (going concern) perusahaan).
Bila telah menemukan harga wajar maka investor harus mempertimbangkan faktor lain yaitu:
1. Adanya premium dikarenakan ingin sebagai pengendali
2. Adanya diskon harga dikarenakan tidak adanya likuiditas
3. Adanya diskonto dikarenakan minoritas (minority interest)
4. Adanya premium dikarenakan strategik akusisi (strategic acquisition premium)
Dalam menilai perusahaan dikenal arus kas yang dikategorikan menjadi arus kas bersih kepada perusahaan (AKP) dan arus kas bersih kepada ekuitas (AKE). Adapun perhitungan arus kas tersebut sebagai berikut:
AKE = laba bersih – (pengeluaran kapital – penyusutan) - perubahan non kas modal
kerja + hutang baru – pembayaran hutang
AKP = AKE + Biaya Bunga *( 1 – pajak) + pembayaran prinsipal hutang
- hutang baru + dividen preferens
Nilai perusahaan dihitung sebagai berikut:
V = AKP /(wacc – g)

Sumber :www.investorbisnis.com

Strategi Bermain Saham

Ada beberapa pilihan teknik strategi yang dapat dilakukan oleh para investor terhadap kegiatan berinvestasi saham :

a. Teknik Analisis
Teknik analisis adalah teknik yang memperhatikan dan menganalisa fluktuasi harga saham yang membentuk trend dengan melihatnya secara individu dan keseluruhan saham pada pasar modal. Cara ini memang tidak dapat menebak pergerakan harga dengan tepat, namun cukup membantu dalam mengambil keputusan.

b. Analisis Fundamental
Analisa fundamental adalah menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan saham yang akan kita pilih melalui analisis perusahaan, analisis industri dan analisis ekonomi dan pasar makro mikro serta metode-metode analisis lain untuk mendukung analisa saham yang akan dipilih. Info analisis fundamental bisa didapat melalui media massa, media cetak, media elektronik, perusahaan sekuritas, pakar pasar modal, dan lain sebagainya.

c. Strategi Beli Dan Tahan
Jika anda yakin suatu saat suatu saham akan memiliki peningkatan nilai maka anda bisa membeli saham tersebut dan menyimpannya hingga saat yang tepat sehingga anda dapat melepasnya / menjualnya. Terkadang ada saham dari perusahaan yang saat ini kondisinya biasa-biasa saja, namun anda yakin suatu saat perusahaan tersebut akan maju pesat. Jika anda sangat yakin anda bisa menginestasikan uang anda pada saham perusahaan tersebut lalu menyimpannya hingga saat yang tepat untuk melakukan aksi jual.

d. Index Funds/ DanaIndeks
Indeks merupakan gabungan dari beberapa dana segar dan dana pensiun yang merupakan duplikasi dari indeks pada pasar modal. Dari indeks yang ada, anda bisa memilih portfolio investasi mana yang di masa mendatang dapat memberikan gain / keuntungan pada anda serta menghindari loss / kerugian yang mungkin dapat terjadi pada investasi anda.

Sumber : www.wealthindonesia.com

Psikologi Trading

Jangan mengabaikan hal ini. Serius!!! Kekalahan sudah di depan mata jika anda sembarangan dalam trading. Ada beberapa faktor penentu dalam kesuksesan melakukan trading : PERSONAL TRADER
Terdapat 6 psikologi yang mempengaruhi individu dalam bertransaksi. Sangatlah menarik di mana banyak orang senang menaruh simpanan dan dana mereka dalam tangan orang lain, menerima kerugian seperti dengan mudahnya menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab terhadap dana mereka sendiri.

1. Bertanggung jawablah terhadap modal anda (walau hanya modal 5 USD yang anda terima secara gratis). Langkah pertama sebagai individu adalah percaya pada diri sendiri dan kemampuan anda sendiri. Satu dari penemuan yang sangat mengejutkan ketika anda mulai bertransaksi atau memiliki pengamatan dari pasar saham bagaimana para ahli sangat sering melakukan kesalahan.

Hal ini merupakan penyokong kepercayaan yang sesungguhnya ketika anda mulai mengerti bahwa dengan latar belakang yang kokoh dan pengetahuan, disiplin dan penetapan rencana perdagangan yang baik akan membuat anda melakukan tindakan profesional. Anda akan berada dalam sebuah pasar yang bergerak beberapa kali lebih cepat daripada pasar lainnya dan dengan leverage, penghargaan dan kerugian bercampur berulang kali. Jalan terbaik untuk mengatasi pikiran dari penggunaan uang anda sendiri dan volume anda akan melakukan transaksi adalah melupakan tentang uang dan bicarakan bagian dari poin-poin.

Jadi daripada menghitung keuntungan dan kerugian anda dalam faktor-faktor dari dolar, bicarakan faktor-faktor dari poin-poin keuntungan dan kerugian. Jika anda mengambil hal ini pada tingkat yang sangat awal, ini akan terasa sama jika anda melakukan perdagangan demo. Ketika melakukan perdagangan rekening demo, kebanyakan orang melakukannya dengan sangat baik. Mereka berdagang tanpa rasa takut. Tapi ketika mereka bertransaksi dengan uang sesungguhnya, meskipun hanya rekening mini, tiba-tiba mereka menemukan diri mereka bertransaksi dengan sikap di mana mereka kehilangan banyak kesempatan dan mengumpulkan banyak kerugian. Mereka dengan mudah kehilangan keberanian mereka dan masuk ke dalam rasa takut dan tamak. Hal ini dapat terjadi juga ketika anda berangkat dari rekening mini ke rekening penuh atau dari kontrak perdagangan sendiri ke kontrak perdagangan multiple. Cobalah dan berdaganglah tanpa pikiran akan berapa banyak uang anda yang mungkin akan untung atau rugi. Berdagang dengan pemikiran yang benar, tidak perduli berapa banyak kontrak yang anda perdagangkan atau bahkan jika anda melakukan transaksi di rekening demo.

2. Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan. Konsep sederhana ini merupakan salah satu konsep tersulit untuk dilaksanakan dan ini menyebabkan kematian bagi kebanyakan pedagang. Kebanyakan pedagang melanggar rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dan mengambil keuntungan mereka sebelum meraih target keuntungan mereka karena mereka merasa tidak nyaman duduk di posisi yang menguntungkan. Jenis orang yang sama ini akan dengan mudah duduk di posisi kerugian, mengijinkan pasar bergerak terhadap mereka untuk ratusan poin dengan harapan bahwa pasar akan kembali . Tambahan, pedagang yang perintah stop mereka telah terkena berulang kali hanya untuk melihat pasaran kembali pada kehendak mereka, sekali mereka keluar, mereka dengan cepat memindahkan perintah stop dari perdagangan mereka dengan satu kepercayaan bahwa hal ini akan selalu menjadi kasus. Perintah stop diadakan untuk dikenai, dan untuk menghentikan anda dari kerugian melebihi jumlah yang ditetapkan sebelumnya! Kepercayaan yang salah adalah bahwa setiap transaksi haruslah menguntungkan.

Jika anda telah memperoleh keuntungan 3 dari 6 transaksi maka anda telah melakukannya dengan baik. Bagaimana mungkin anda dapat menghasilkan uang dengan hanya setengah dari perdagangan anda untuk menjadi pemenang? Sederhana saja, anda ijinkan keuntungan anda pada saat menang untuk berputar dan yakinkan bahwa kerugian yang anda alami adalah minimal. Strategi bagus lainnya adalah menggerakkan stop loss (poin di mana transaksi akan terjual jika berjalan ke jalan yang salah) di balik perdagangan ke tingkat di mana penarikan kembali dapat diakomodasikan tetapi pembalikan akan terkunci paling tidak memperoleh sedikit keuntungan.

3. Disiplin Berdaganglah dengan perencanaan yang disiplin. Masalah dari banyak pedagang adalah mereka menganggap berbelanja lebih serius dibandingkan perdagangan. Pembelanja rata-rata tidak akan mengeluarkan $400 tanpa penelitian yang serius dan pemeriksaan produk yang hendak dibeli, juga pedagang rata-rata akan membuat sebuah perdagangan dengan mudah membebaninya $400 didasari pada sedikit daripada “perasaan” atau “dugaan”. Yakinkan bahwa anda memiliki rencana sebelum anda mulai bertransaksi. Rencana harus termasuk di dalamnya level stop dan limit untuk bertransaksi, sama seperti analisa anda harus meliputi sisi bawah yang diharapkan sebaik sisi atas yang diharapkan.

4. Jangan Terlalu banyak Informasi seperti banyak usaha-usaha keras lainnya, sangatlah penting untuk tetap berdagang secara sederhana. Banyak pedagang memulai dengan strategi yang sederhana dan sukses, tapi menemukan diri mereka mencoba memotong dan mengubah untuk menemukan sistem yang lebih baik. Mereka juga mengijinkan diri mereka untuk dipengaruhi oleh pendapat lain dan terlalu banyak fundamental. Perdagangan pasar saham biasanya serupa dalam hal ini. Pelatihan yang baik adalah untuk mengajarkan seorang anak atau remaja strategi perdagangan yang sederhana atau rancangan aturan untuk diikuti dan membiarkan mereka untuk berdagang rekening demo. Banyak pedagang yang telah melakukan ini merasa surprise bahwa anak-anak mereka dapat melakukan transaksi dengan baik, konsisten dan seringkali dengan hasil yang spektakuler.
Pelajarannya adalah bahwa mereka tidak menyimpang dari aturan-aturan yang ada dan tidak terpengaruh oleh media atau fundamental. Banyak pedagang tidak memperhatikan fundamental sama sekali dan sukses dalam bertransaksi. Aturan di sini adalah untuk tetap menjadikannya sederhana, jangan ijinkan diri anda untuk menjadi bingung dengan terlalu banyak informasi dan jika anda tidak yakin atau tidak dalam emosi dalam pikiran yang baik, jangan melakukan transaksi.
5. Jangan menikah dengan perdagangan anda. Alasan berdagang dengan perencanaan adalah sangat penting karena analisa terobyektif adalah telah dilakukan sebelum perdagangan dilaksanakan. Sekali seorang pedagang berada dalam posisi, mereka cenderung menganalisa pasar berbeda dalam “harapan” bahwa pasar akan bergerak ke dalam arah yang diinginkan daripada penglihatan objektif pada faktor-faktor yang berubah yang mungkin berbalik terhadap analisa asli anda. Hal ini khususnya merupakan kerugian yang sebenarnya.

Dengan posisi kalah cenderung untuk menikahi posisi mereka, yang menyebabkan mereka mengabaikan kenyataan bahwa semua tanda mengarah pada kerugian. Jangan berdagang, terlebih lagi dengan harapan bahwa pasar akan berbalik ke dalam kehendak anda. Hal ini hanya akan mempercepat kerugian anda.
6. Jangan bertaruh di ladang ini. Jangan berlebihan dalam bertransaksi. Satu dari sekian banyak kesalahan biasa bahwa pedagang membuat leverage yang terlalu tinggi dari rekening mereka dengan berdagang ukuran besar yang banyak daripada seharusnya mereka memperdagangkan secara bijaksana saldo mereka. Leverage merupakan pedang bermata dua. Hanya karena satu lot (100,000 unit) dari mata uang hanya diminta $1000 sebagai margin minimum deposit, itu bukan berarti kalo seorang pedagang dengan $5000 dalam rekeningnya dapat melakukan transaksi sebanyak 5 lot. Satu lot adalah $100,000 dan harus diperlakukan sebagai $100,000 investasi dan bukannya menaruh $1000 sebagai batasan.

Banyak pedagang menganalisa grafik dengan benar dan menempatkan transaksi yang bijaksana, juga mereka cenderung untuk berlebihan menetapkan leverage mereka sendiri. Sebagai konskuensinya, mereka seringkali terpaksa untuk keluar posisi pada waktu yang salah/tidak tepat. Aturan terbaik adalah untuk berdagang dengan 1-10 leverage atau tidak pernah menggunakan saldo anda lebih 5 pada waktu yang diberikan. Berdagang mata uang tidaklah mudah. (Jika mudah, setiap orang akan menjadi milyuner!).
Sumber : http://asiaroxy.com/article/1/Psikologi-Trading.html

Hybrid Financing : Prefered Stock, Warrants and Convertible

SAHAM PREFEREN
Saham preferen merupakan campuran antara hutang jangka dan saham biasa, artinya saham preferen mempunyai karakteristik hutang dan saham biasa. Jika terjadi likuidasai, tuntutan pemegang saham preferen atas aktiva berada pada ururtan setelah kreditor, namun sebelum saham biasa. Besarnya tuntutan tergantung nilai pari saham. Jika nilai pari per lembar saham adalah $100, maka investor berhak atas atas penggantian sebesar $100 per lembar saham. Meskipun saham preferen memiliki deviden, namun pembayaran deviden cenderung lebih bersifat sebagai kebijakan perusahaan daripada sebagai kewajiban tetap.
Pengembalian maksimum pemegang saham preferen biasanya dibatasi dengan sejumlah deviden tertentu dan pemegang saham ini tidak memiliki hak atas nilai sisa laba perusahaan . Jika seorang pemegang saham preferaen memiliki 100 lembar saham preferen bernilai pari $50 dengan deviden 10,5%, maka pengembalian maksimum yang dapat diharapkan adalah $525.

Karakterisitk Saham Preferen:
- Memiliki nilai nominal
- Deviden besarnya tetap, merupakan persentase dari nilai nominal.
- Deviden bersifat kumulatif, artinya bila tidak terbayar akan diperhitungkan pada tahun berikutnya.
- Tidak memiliki hak voting.
- Tidak memiliki waktu jatuh tempo.

Deviden Kumulatif
Hampir seluruh saham preferen memiliki deviden kumulatif, yaitu deviden yang tidak dibayarkan saat ini akan dibayarkan kemudian. Sebelum perusahaan melakukan pembayaran deviden saham biasa, perusahaan harus membayarkan tunggakan deviden yang dimilikinya atas saham preferen. Misalnya dewan direksi tidak membayarkan deviden 8% selama tiga tahun berturut-turut. Jika saham memiliki nilai pari $100, berarti perusahaan memiliki tunggakan deviden sebesar $24. Sebelum perusahaan membayar deviden saham biasa, perusahaan harus membayar deviden sebesar $24 untuk setiap lembar saham yang dimiliki pemegang saham preferen.
Meskipun terjadi penunggakan pembayaran deviden saham preferen, tidak ada jaminan bahwa deviden tersebut pasti dibayarkan. Jika perusahaan tidak memiliki keinginan untuk membayar deviden saham biasa maka tidak perlu dilakukan pembayaran tungggakan (arrearage) deviden kumulatif tersebut.
Kebalikan dari kumulatif, saham preferen ada yang bersifat non kumulatif, yaitu saham preferen yang devidennya belum dibayarkan tidak diakumulasikan.

Saham Preferen Partisipasi
Saham preferen partisipasi berarati pemegang saham jenis ini diberikan kesempatan untuk berpartisipasi (menikmati) nilai sisa laba perusahaan berdasarkan jumlah yang disepakati. Pemegang saham preferen mungkin memiliki hak yang sama dengan pemegang saham biasa atas pembayaran deviden saham biasa di atas nilai tertentu. Misalnya, saham preferen partisipasi 6% dengan nilai pari $100 . Pemegang saham ini memiliki hak yang sama dengan pemegang saham biasa untuk setiap pembayaran deviden di atas $6. Jika deviden saham biasa $7, maka pemegang saham preferen partisipasi akan menerima tambahan deviden $1 untuk setiap saham yang dimiliki.
Namun kebanyakan saham preferen tidak bersifat partisipatif, dengan maksimum pengembalian dibatasi sampai tingkat deviden tertentu.

Hak Suara (Situasi Khusus)
Karena pemegang saham preferen memiliki prioritas di atas pemegang saham biasa terdapat aktiva dan laba, maka pemegang saham preferen biasanya tidak diberikan hak suara dalam manajemen kecuali perusahaan tidak dapat membayar deviden saham preferen selama periode tertentu. Penunggakan pembayaran deviden tiga bulanan sebanyak empat kali misalnya, adalah merupakan kondisi khusus di mana pemegang saham preferen diberi hak suara. Dalam situasi tersebut pemegang saham preferen sebagai suatu kelompok diberi hak untuk memilih beberapa direksi. Namun biasanya saat pemegang saham preferen diberi hak suara, kondisi perusahaan berada dalam kesulitan keuangan yang parah. Akibatnya, hak suara yang diberikan tidak memiliki pengaruh apapun.

Penarikan Kembali Saham Preferen
Saham preferen biasanya tidak memiliki maturitas, namun bukan berarti saham preferen akan beredar selamanya. Terdapat kondisi yang memungkinkan penarikan kembali saham preferen.
Ketetapan Penarikan. Hampir semua saham preferen memiliki harga tebus yang dinyatakan, yang nilainya di atas harga penerbitan awal. Seperti ketetapan penarikan pada obligasi, ketetapan penarikan saham preferen memiliki fleksibilitas bagi perusahaan. Tanpa adanya ciri pembelian kembali (call feature) atas saham preferen, perusahaan dapat menarik kembali saham preferen yang dimilikinya hanya dengan cara yang lebih mahal dan kurang efisien, seperti pembelian saham pada pasar terbuka, melakukan penawaran tender saham preferen pada harga di atas harga pasar atau menawarkan penggantian saham preferen dengan surat berharga lainnya.
Dana Pelunasan. Banyak saham preferen memiliki dana pelunasan yang menjamin penarikan kembali saham secara teratur. Seperti halnya pada obligasi, dana pelunasan saham preferen menguntungkan bagi investor karena proses penarikan kembali akan memberikan tekanan ke atas terhadap harga pasar saham yang tersisa.
Konversi (Pertukaran). Saham preferen ada yang dapat dipertukarkan menjadi saham biasa sesuai keinginan pemegang saham. Pada saat terjadi pertukaran, maka saham preferen ditarik kembali; karena pada dasarnya seluruh surat berharga konvertibel dapat ditarik atau dibeli kembali. Perusahaan dapat mendorong timnbulnya konversi denngan membeli kembali saham preferen jika harga pasar saham preferen di atas harga tebus. Saham preferen konvertibel seringkali digunakan dalam akuisisi perusahaan lain. Penggunaan saham preferen untuk mengakuisisi perusahaan lain timbul dari kenyataan bahwa transaksi tidak dikenakan pajak bagi perusahaan yang diakuisisi atau bagi pemegang sahamnya pada saat akuisisi. Transaksi terkena pajak hanya pada saat saham preferen dijual.

Jenis-jenis Khusus Saham Preferen
Banyak saham preferen mempunyai deviden yang tetap, tetapi beberapa perusahaan menerbitkan saham preferen dengan tingkat deviden mengambang. Saham jenis ini mempunyai tingkat deviden yang tergantung pada tingkat bunga surat berharga pemerintah. Penyesuaian tingkat deviden dibuat per kuartal dan ditetapkan dalam batasan tertentu. Penggunaan saham preferen dengan tingkat mengambang merupakan perlindungan yang ditawarkan kepada investor untuk menghadapi peningkatan suku bunga. Dari sudut perusahaan saham preferen denngan tingkat mengambang sangat menarik sebab dapat dijual dengan deviden yang rendah pada awalnya dan tingkat deviden akan turun jika tingkat suku bunga menurun.
Bentuk lain yaitu saham preferen dengan pembayaran yang sejenis dengan deviden, biasanya tidak tergantung dengan deviden kas tetapi dibayar dengan tambahan saham preferen. Setelah periode waktu tertentu, umumnya 5 atau 6 tahun, saham preferen dengan pembayaran yang sejenis dengan deviden diperkirakan mulai membayar dengan kas atau pemegang saham diberi kesempatan untuk menukar dengan yang lainnya, misalnya dengan surat berharga yang umum.

Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Saham Preferen
a. Dari Sisi Perusahaan
Keuntungan:
1. Pembayaran deviden atas saham preferen relatif lebih fleksibel dibandingkan degan bunga utang. Ketidakmampuan pembayaran deviden kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan dengan ketidakmampuan membayar bunga utang yang dapat mengancam kebangkrutan.
2. Mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pengaruh keuangan. Saham preferen mewajibkan perusahaan untuk membayar hanya deviden tetap kepada pemegangnya. Hal ini menyebabkan meningkatknya pengaruh keuangan perusahaan. Peningkatan pengaruh keuangan akan memperbesar dampak terhadap perubahan pendapatan pada pemegang saham biasa.
3. Perusahaan dapat menghindari pembayaran pokok pinjaman karena saham preferen seringkali tidak mempunyai masa maturity seperti hutang.
Kerugian:
1. Biaya modal setelah pajak lebih tinggi dibandingkan dengan biaya modal dari utang, karena deviden saham preferen dibayar setelah pajak atau tidak dapat dipergunakan sebagai pengurang pajak sedangkan bunga hutang mengurangi pendapatan kena pajak.
2. Meskipun bisa bersifat kumulatif, deviden saham preferen mirip dengan pembayaran bunga obligasi yang sifatnya tetap dan harus dibayar, karenanya saham preferen bisa meningkatkan risiko keuangan perusahaan.
3. Saham preferen umumnya sulit untuk dijual. Banyak investor menilai saham preferen tidak menarik dibandingkan obligasi karena adanya keterbatasan kemampuan penerbit untuk tidak memberikan deviden.

b. Dari Sisi Investor
Saham preferen mempunyai keuntungan:
1. Memberikan pendapatan yang layak;
2. Dalam hal likuidasi, pemegang saham preferen mempunyai hak istimewa melebihi pemegang saham biasa.
Kerugian:
1. Fluktuasi harga dalam saham preferen biasanya lebih besar daripada obligasi sedangkan pendapatan obligasi seringkali lebih tinggi.
2. Tunggakan deviden yang menumpuk seringkali jarang dilunasi dalam bentuk kas yang sebanding dengan jumlah tunggakan.

Keputusan Penggunaan Saham Preferen
Di bawah ini ada beberapa keputusan yang sebaiknya dilakukan perusahaan berkenaan dengan saham preferen.
1. Jika keuntungan perusahaan cukup tinggi dan melebihi pembayaran deviden saham biasa, akan menguntungkan jika perusahaan mempunyai tingkat hutang tertentu.
2. Bila keuntungan dan pendapatan perusahaan berfluktuasi, pemakaian utang dengan bunga tetap mempunyai risiko yang relatif tinggi.
3. Pemakaian saham preferen akan sangat menguntungkan terutama bila perusahaan mempunyai rasio hutang yang relatif tinggi.
4. Jika biaya saham preferen relatif tinggi sedangkan biaya surat berharga lain tinggi, akan sangat menguntungkan bagi perusahaan jika mengunakan saham preferen sebagai sumber pendanaan.

WARRANTS (WARAN)
Adalah suatu opsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pada harga yang telah ditentukan. Waran serupa dengan opsi jenis call (call option) yang diterbitkan oleh perusahaan. Biasanya waran diterbitkan bersama (attached) dengan penerbitan atau penjualan obigasi suatu perusahaan. Pembeli obligasi akan memperoleh sejumlah waran sebagai bonus.
Waktu untuk melakukan pembelian saham atau exercise warrant ada dua macam yaitu: dilakukan kapan saja selama masih dalam satu periode yang telah ditentukan (american call option) atau dapat di exercise pada waktu yang telah ditentukan (european call option).

Tujuan Menerbitkan Waran
1. Melancarkan penjualan obligasi. Ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang kurang potensial untuk menerbitkan saham. Maka waran disebut sebagai pemanis atau sweetener penerbitan obligasi. Namun pada perkembangan terakhir waran juga diterbitkan oleh perusahaan besar seperti AT&T pada tahun 1970.
2. Dengan adanya waran, pembeli obligasi akan memiliki kesempatan menikmati kenaikan nilai atau harga saham perusahaan (capital gain). Jika harga saham naik melebihi harga beli yang tertera pada waran, pemegang waran akan menggunakan hak untuk membeli sejumlah lembar saham perusahaan untuk memperoleh keuntungan (waran di-exercise).

Karakteristik Waran
Exercise Price (X)
Exercise price adalah harga yang tertera pada waran. Pemegang waran dapat membeli sejumlah lembar saham pada harga ini. Pemegang waran hanya akan mengunakan haknya jika harga saham di pasar (S) lebih tinggi dari exercise waran (X). Pada dasarnya hanya ada satu exercise price pada suatu waran. Namun ada juga waran yang memiliki exercise price yang semakin tinggi (stepped-up exercise price). Misalnya untuk waran dengan maturity 10 tahun, untuk 5 tahun pertama exercise price-nya $25 dan untuk 5 tahun kedua exercise price-nya menjadi $30. Stepped-up exercise price ini digunakan untuk mendorong pemilik waran untuk segera menukarkan warannya dengan saham jika nilai perusahaan meningkat dan diperkirakan akan terus meningkat.

Expiration Date
Meskipun ada beberapa waran yang tidak memiliki batas usia, pada umumnya waran mempunyai tanggal jatuh tempo. Misalnya waran dengan usia 10 tahun; pemegang waran ini hanya memiliki hak membeli saham pada harga yang telah ditetapkan selama 10 tahun. Jika selama 10 tahun tersebut harga saham (S) tidak pernah melebihi harga waran (X), pemegang waran tidak akan pernah menikmati keuntungan dari exercise warrant. Seperti halnya stepped up exercise price, expiration date juga merupakan alat bagi perusahaan penerbit waran untuk memaksa pemegang waran melakukan exercise. Misalnya sehari menjelang expiration date harga saham lebih tinggi dari exercise price; maka pemegang waran tidak punya pilihan lain kecuali segera menggunakan haknya untuk membeli saham. Ia tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dari kenaikan harga saham yang lebih tinggi lagi.

Detachability
Waran biasanya dijual bersama obligasi atau sekuritas lainnya (attached), namun bisa juga dijual secara terpisah dari sekuritas tersebut. Jadi investor memiliki alternatif untuk menjual waran sendiri, obligasi sendiri atau kombinasi keduanya.

Exercise Ratio
Exercise ratio menyatakan berapa lembar saham yang dapat dibeli pada exercise price untuk satu lembar waran; misalnya exercise ratio 2 berarti 1 waran dapat digunakan untuk membeli 2 lembar saham pada exercise price.

Perbedaan Waran dengan Call Option
Meskipun waran dapat disamakan dengan call option, ada perbedaan mendasar pada kedua produk finansial ini. Exercise call option sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan penerbit saham (yang sahamnya digunakan sebagai underlying asset) sehingga perusahaan penerbit saham sama sekali tidak terlibat meskipun informasi harga saham mereka dimanfaatkan oleh penjual dan dan pembeli option. Pada waran, pihak yang menerbitkan call option pada suatu saham adalah perusahaan penerbit saham itu sendiri. Jika terjadi exercise waran, perusahaan harus menyediakan (menjual) saham baru dan menerima pembayarannya senilai exercise price warrant. Akibatnya jumlah saham beredar dan modal sendiri perusahaan bertambah.

Perbedaan Waran dengan Obligasi Konversi
Obligasi konversi (convertible bond) adalah obligasi yang dapat ditukar atau diubah menjadi saham biasa atas kehendak pemegang obligasi pada kondisi yang telah ditentukan sebelumnya. Obligasi konversi pada dasarnya sama dengan obligasi biasa ditambah hak untuk mengubah obligasi ke saham. Sama halnya seperti pemegang waran, pemegang obligasi konversi dapat ikut menikmati kenaikan harga saham (capital gain). Mereka cenderung mempertimbangkan untuk mengubah obligasinya menjadi saham jika nilai atau harga saham perusahaan meningkat.
Meskipun waran dan obligasi konversi nampak mirip dari segi penyediaan kesempatan bagi pemegang obligasi untuk ikut menikmati capital gain, namun ada perbedaan utama antara keduanya. Pertama, jika obligasi konversi diubah menjadi saham, hutang perusahaan dihilangkan dan biaya bunga berkurang; sedangkan saat waran ditukar menjadi sejumlah saham, hutang dan biaya bunga tidak berubah. Kedua, jika obligasi konversi ditukar dengan saham, tidak ada dana baru yang masuk ke perusahaan. Yang terjadi hanya sekedar perubahan status dari hutang menjadi modal sendiri; sedangkan saat waran ditukar dengan sejumlah saham, ada dana baru yang masuk ke perusahaan.

Penilaian Waran
Untuk lebih memahami tentang penilaian suatu waran berikut ini disajikan sebuah contoh:
Informatic Corporation menjual 1 lembar obligasi plus 20 lembar waran sebagai bonus. Waran ini memiliki exercise ratio = 1 (artinya 1 waran dapat digunakan untuk membeli 1 saham). Exercise price = $22 dan expiration date 10 tahun mendatang. Obligasi yang dijual menawarkan bunga 8%/tahun dengan pembayaran sekali setahun dengan nilai nominal $1,000 serta jatuh tempo dalam waktu 20 tahun. Obligasi ini harus memberikan bunga 10%/tahun jika dijual tanpa bonus waran. Investor mau menerima bunga 8% padahal seharusnya 10%, hal ini terjadi karena mereka menerima bonus waran; artinya pemodal di pasar akan meminta bunga 10%/tahun untuk obligasi sejenis yang dijual tanpa waran. Misalnya harga saham perusahaan tersebut $20, deviasi standar harga saham 40% per tahun dan suku bunga bebaas risiko (krf) aalah 6%/tahun.
Berdasarkan konsep penilaian obligasi dengan pendekatan discounted cash flow, expiration value obligasi adalah present value dari seluruh penghasilan akibat membeli obligasi tersebut.

Harga Obligasi dijual dengan 20 waran= 20
∑ $80 + $1000
t=1 (1.10)t (1.10)20

PV = $80 (PVIFA, 10%, 20) + Nilai nominal (PVIF, 10%,20) =
$681.9 + 148.64 = 829.73
$1000 – 830 = 170
Nilai selembar waran = 170:20 $8.5

Pembagian deviden tunai cenderung menurunkan nilai waran. Dalam jangka pendek pembagian deviden akan menurunkan nilai saham karena ada sebagian keuntungan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Deviden adalah hak pemegang saham atau pemilik perusahaan sedangkan pemegang waran bukanlah pemilik perusahaan sehingga tidak berhak atas deviden. Hal ini merugikan pemegang call option atau waran yang selalu mengharapkan nilai saham naik agar dapat melakukan exercise untuk memperoleh keuntungan.
Dilution effect (efek pengenceran) cenderung menurunkan nilai teoritis waran. Pemegang waran harus selalu ingat bahwa jika ia melakukan exercise waran, ia akan menerima sejumlah lembar saham baru sehingga jumlah lembar saham perusahaan akan bertambah. Di lain pihak perusahaan juga akan menerima dana baru sejumlah exercise price waran. Masalahnya adalah bahwa exercise price ini lebih kecil dari harga pasar saham perusahaan (karena pemegang waran hanya akan melakukan exercise waran jika ia dapat membeli saham baru di bawah harga pasar).
Misalnya pada saat ini terdapat 1 juta lembar saham yang beredar. Harga saham saat ini adalah $51.87. Expected rate of return (ROR) setahun mendatang adalah 13.5%. Jika setiap saham senilai $51,87 dapat menghasilkan ROR sebesar 13.5%, maka earning per share (EPS) adalah $7 (13.5% X 51.87). Total earning perusahaan adalah $7 juta (7 X 1 juta lembar saham).
Jika terjadi exercise waran saat ini , katakanlah perusahaan harus mengeluarkan 100.000 lembar saham baru dengan harga sebesar exercise price yang hanya $22 (jauh di bawah harga pasar $51.87). Ini berarti perusahaan memperoleh dana baru sebesar $2,2 juta (dari 22 X 100.000). Dana $2,2 juta ini akan menghasilkan earning sebesar $297,000 (dari 2.2 juta X 13.5%). Maka EPSnya adalah: ($7 juta + $297,000) / ($1 juta + 0,1 juta) = $6.63. Angka ini lebih kecil dibandinglkan dengan EPS sebesar $7.

SEKURITAS KONVERTIBEL
Sekuritas konvertibel adalah obligasi atau saham preferen yang dapat diubah menjadi saham biasa perusahaan yang sama dengan menggunakan hak yang dimiliki pemegang opsi. Jika sudah ditukar menjadi saham biasa, saham tidak dapat dipertukarkan lagi menjadi obligasi atau saham preferen. Rasio pertukaran antara saekuritas konvertibel dengan saham biasa dapat dinyatakan dalam harga konversi atau rasio konversi. Misalnya, Obligasi Silicon Valley Software Company dengan nilai pari $1000 memiliki convertion ratio (CR) 20. Maka setiap obligasi dapat ditukar menjadi 20 lembar dengan harga konversi (convertion price) sebesar $1000/20 = $50.
Convertion Price = Nilai pari obligasi/jumlah lembar saham yang diterima
Convertion Ratio = Nilai pari obligasi/convertion price.

Rasio atau harga konversi dapat mengalami perubahan. Harga konversi sekuritas konvertibel dapat mengalami peningkatan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya obligasi dengan nilai nominal mengalami harga konversi $40 selama 5 tahun pertama, $45 untuk 5 tahun berikutnya dan $50 untuk lima tahun berikutnya lagi dan seterusnya. Dengan cara ini banyaknya saham biasa yang dapat ditukar dengan obligasi semakin sedikit seiring dengan berjalannya waktu. Biasanya harga konversi disesuaikan dengan setiap pemecahan saham atau pembagian saham deviden yang terjadi selama sekuritas dijual. Jika saham biasa dipecah dari 1 menjadi 2, maka harga konversi juga dibagi 2. Peraturan ini melindungi pemegang obligasi dan dikenal dengan sebutan klausula antipenipisan (antidilution clause).

Nilai Konversi dan Premi Konversi
Nilai konversi adalah nilai sekuritas konvertibel dalam bentuk saham biasa yang dapat dikonversi dengan sekuritas. Nilai konversi ini sama dengan rasio konversi dikalikan dengan harga pasar pertumbuhan saham. Misalnya, jika saham Silicon Valley dijual seharga $50 dan rasio konversi adalah $22.86 maka nilai konversi satu obligasi adalah $22.86 X $50 = $1.143.
Pada saat penerbitan, sekuritas konvertibel diberi harga lebih tinggi daripada nilai konversi. Selisihnya disebut premi atas nilai konversi. Misalnya, obligasi Silicon Valley dijual kepada publik dengan harga $1000 per lembar. Harga pasar saham biasa pada saat penerbitan konvertibel adalah $38.50. Maka nilai konversi setiap obligasi adalah 22.86 X $38.50 = $880. Selisih dari $1000 - $880 yaitu sebesar $120 adalah premi atas nilai konversi. Biasanya premi ini dinyatakan dalam bentuk persentase = 120/880 = 13.6%.
Penilaian Obligasi Konversi
Obligasi konversi bisa disamakan dengan obligasi biasa ditambah dengan call option. Untuk lebih jelas kami sajikan contoh berikut:
Selembar obligasi konversi dengan nilai nominal $1000 dapat ditukar dengan 1000 lembar saham perusahaan penerbit obligasi tersebut. Perusahaan memiliki 1000 lembar obligasi konversi, sehingga jika obligasi ini dikonversi semua, maka akan mendapat tambahan 1000 X 1000 atau 1 juta lembar saham baru.
Harga obligasi konversi tergantung pada nilai obligasi (bond value) dan nilai konversi (convertion value). Karena terdapat 1000 lembar obligasi konversi dengan nilai $1000, maka nilai utang perusahaan adalah $1 juta. Nilai obligasi sendiri tergantung pada nilai perusahaan penerbit obligasi.
Jika nilai perusahaan (hutang ditambah modal sendiri) pada saat obligasi jatuh tempo adalah sebesar $0.5 juta , sedangkan utang perusahaan $1 juta, maka perusahaan dalam kondisi bangkrut sehingga pemilik perusahaan harus menyerahkan seluruh perusahaannya kepada pemberi utang (kreditur). Nilai pasar obligasi adalah $0.5 juta; meskipun nilai buku utang adalah $1 juta , investor yang bijak tidak akan bersedia membeli obligasi tersebut senilai nilai bukunya karena ia tahu bahwa perusahaan hanya dapat membayar $0.5 juta.
Jika nilai perusahaan pada saat obligasi jatuh tempo senilai $1 juta, seluruh uang ini akan menjadi pemilik pemegang obligasi karena perusahaan memiliki utang sebesar $1 juta. Maka nilai obligasi adalah $1 juta.
Jika nilai perusahaan pada saat obligasi jatuh tempo adalah $2 juta, maka perusahaan harus membayar $1 juta dan sisanya sebesar $1 juta adalah milik pemegang saham. Maka nilai obligasi minimum adalah 0 (jika perusahaan tidak ada nilainya sama sekali) dan nilai maksimum obligasi adalah $1 juta (jika nilai perusahaan sama dengan atau lebih besar dari $1 juta).

Followers